Retargeting dan remarketing adalah strategi periklanan online yang menargetkan kembali pengguna yang sebelumnya telah berinteraksi dengan bisnis. Strategi ini efektif karena menyasar audiens yang sudah mengenal brand.
Contohnya, ketika seseorang mengunjungi toko online namun tidak menyelesaikan pembelian, iklan produk tersebut dapat muncul kembali saat mereka membuka media sosial atau website lain. Platform seperti Google Ads dan Meta Ads menyediakan fitur retargeting yang mudah diatur.
Retargeting bekerja menggunakan cookie atau pixel tracking yang dipasang di website. Data tersebut membantu sistem mengidentifikasi pengguna yang perlu ditargetkan ulang.
Keuntungan utama strategi ini adalah tingkat konversi yang lebih tinggi dibandingkan iklan biasa. Karena audiens sudah pernah menunjukkan minat, kemungkinan mereka melakukan pembelian menjadi lebih besar.
Namun, frekuensi penayangan iklan perlu diatur agar tidak mengganggu pengguna. Iklan yang terlalu sering muncul dapat menimbulkan kesan negatif.
Dengan pengelolaan yang tepat, retargeting menjadi alat ampuh untuk meningkatkan penjualan dan memaksimalkan hasil kampanye iklan online.